Pembangunan Rabat Beton di Desa Suak Diduga Sarat Korupsi

  • Whatsapp

SIDOMULYO – Realisasi anggaran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2021, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel) perlu di evaluasi instansi penegak hukum.

Pasalnya, realisasi DD pada ploting pembangunan fisik pembangunan infrastruktur jalan rabat beton di desa setempat, terindikasi dikorupsi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, dari anggaran sekitar Rp62.685.000 diperuntukan pembangunan jalan rabat beton dengan panjang 150 meter. Dengan ukuran volume 2,5 x 0,15 meter. Yang berada di RT 02, Dusun Tanjung Baru.

Namun pada pelaksanaannya, diduga hanya direalisasikan setengahnya, yakni dengan panjang sekitar 75 meter.

Hal tersebut juga dibenarkan warga setempat yang namanya enggan ditulis di media. Menurutnya, pembangunan rabat beton itu tidak sesuai dengan papan informasi yang dipasang disekitar pembangunan jalan.

“Ya itu bang, kalau yang dipasang di plank itu panjangnya 150 meter. Tapi kalau kita ukur, hanya separuhnya saja, kurang lebih 75 meter doank dibangunnya,” ketusnya, Kamis (23/9/2021).

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada warga yang berani memprotes pembangunan jalan rabat beton itu yang diduga sarat korupsi.

“Harapannya, agar pembangunan desa suak ini berjalan lancar dengan tidak dilakukan hal-hal yang melawan hukum. Kalaupun ada hal yang salah, agar terungkap dengan sendirinya dan yang terlibat diproses secara hukum yang berlaku,” Harapnya.

Sayangnya, hingga berita ini dinaikan, media belum berhasil mengkonfirmasi dugaan tersebut kepada Kepala Desa Suak, Juli. Saat wartawan mencoba menghunungi via whatsapp, meski aktif namun tidak direspon. Bahkan, beberapa menit kemudian nomor ponsel wartawan justru di blokir oleh Kades Juli. (Tim/Red)

 222 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini