Kades Bumirestu Diduga Jual Sapi Bantuan

  • Whatsapp

PALAS – Bantuan ternak sapi yang diterima oleh Pemerintah Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel) diduga digelapkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Pemerintah Desa Bumi Restu telah mendapatkan bantuan ternak sapi sebanyak 10 ekor pada tahun 2019 lalu, di era kepemimpinan Kepala Desa Dwi Narno.

Bacaan Lainnya

Namun, bantuan ternak sapi yang seharusnya dikembang biakan dan menjadi pemasukan tambahan desa, ternyata justru diselewengkan. Diduga, sapi bantuan itu dijual secara diam-diam oleh okum Kepala Desa yang sekarang menjabat yakni Sukiman.

Dari penelusuran tim media-baru.com, 10 ekor sapi tersebut dijual kepada seorang warga setempat dengan harga murah, yakni hanya sebesar Rp. 60 juta. Artinya, satu ekor sapi berkisar harga Rp. 6 juta.

Lalu, hasil penjualan sapi tersebut digunakan untuk membiayai penyelesaian sengketa lahan Pasar Desa Bumi Restu yang hingga saat ini masih diproses persidangan.

Dugaan penggelapan sapi itu dibenarkan Ketua BPD Bumi Restu, Bambang Harianto. Ia mengaku, mengetahui adanya penjualan sapi yang hasilnya untuk pembiayaan sidang mempertahankan tanah pasar yang merupakan aset desa.

“Ya mas, memang ada penjualan sapi waktu itu. Hasilnya untuk mengurus proses persidangan mempertahankan tanah pasar,” Akunya kepada media beberapa waktu lalu.

Sementara, salah seorang warga yang tak mau disebutkan identitasnya mengaku risih dengan perilaku oknum kepala desa tersebut.

“Seharusnya sapi-sapi itu bisa untuk menambah penghasilan warga pada sektor peternakan. Tapi, justru bantuan sapi itu malah dijual sama kades. Ini kan gak bener kalau begini,” Katanya.

Senada juga dikatakan warga lainnya. Ia mengaku kecewa dengan prilaku kades Sukiman. Menurutnya, tidak selayaknya kades menjual bantuan sapi meski dengan dalih apapun.

“Mau alasannya apa, yang jelas tidak dibenarkan bantuan sapi dapat dari pemerintah kok dijual. Sementara, hal itu juga tanpan sepengetahuan warga. Bisa jadi, sebagian hasil penjualannya untuk kantong pribadi,” Ketus salah seorang pemuda setempat.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan Kades Bumirestu Sukiman, belum berhasil di konfirmasi. Saat ditemui dikantor desa, pihak yang bersangkutan tidak berada ditempat.

Saat media ini berusaha menghubungi via pesan whatsapp dan telepon genngam, namun tidak mendapatkan respon. (Tim/Doy)