Proyek Sumur Bor Tanjung Sari Diduga Asal Jadi, PHO CV. Logakata Bakal Disoal

  • Whatsapp

 

PALAS – Pengerjaan proyek sumur bor yang berada di Dusun 2 Desa Tanjung Sari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel), diduga asal jadi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan dilokasi, sejumlah item pembangunan diduga tak sesuai spesifikasi standart pembangunan sumur bor. Diantaranya, pipa utama air menggunakan bahan plastik, bukan menggunakan pipa besi dan juga di ganjal balok kayu.

Titik 0 sumur bor tidak ditutup rapat dan rapi, sehingga dapat berpotensi dimasuki hewan melata, yang dapat mengakibatkan bau jika hewan yang masuk tersebut mati didalam pipa air.

Selain itu, juga terdapat beberapa titik yang bocor, pada bak penampungan air. Kemudian, titik-titik yang bocor tersebut hanya ditambal alakadarnya menggunakan acian dan penebalan cat.

Lebih dari itu, pipa instalasi yang diperuntukkan sebagai distribusi air kerumah-rumah warga juga terdapat sejumlah titik kebocoran. Lalu, peletakan pipa distribusi juga didapati melintang menyebrangi saluran talut. Sehingga kondisi ini sangat memprihatinkan.

Berdasarkan papan informasi dilokasi proyek sumur bor, pengerjaan itu dilakukan oleh CV. Logakata dengan besar anggaran sekitar Rp. 452 juta.

Menanggapi hasil pengerjaan seperti demikian, sejumlah ibu rumah tangga di sekitar sumur bor mengeluh. Mereka khawatir, pipa yang menyeberangi talut itu patah dan jebol.

“Kalau masih baru iya masih lentur, tapi nanti ketika sudah kena panas dan hujan, pipa akan kaku. Khawatirnya, kena injak anak-anak saat main,” Kata salah seorang ibu rumah tangga yang namanya enggan di publikasikan.

Mereka juga menambahkan, saat ini banyak titik kebocoran pada pipa distribusi, sehingga membuat aliran air ke rumah warga sangat kecil.
“Kemarin ada tiga atau empat titik yang bocor. Terus didandan sama sama warga sendiri,” Lanjutnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dusun 02 Desa Tanjung Sari, Junaidi mengharapkan, pihak pelaksana kerja dapat kembali turun ke lokasi proyek guna melekukan perbaikan.

“Baru aliran sekitar 100 meter sudah sangat kecil airnya. Dan juga banyak yang retak di bangunan penutup water meter nya. Harapannya pelaksana kerja bisa memperbaiki ini. Ini (Proyek Sumur Bor, red) jelas asal-asalan, tidak dibangun maksimal,” Pintanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Tanjung Sari, Kecamatan Palas, Jarwono mengaku kecewa dengan hasil pengerjaan proyek sumur bor itu. Ia menegaskan, pihak rekanan harus memperbaikinya.

“Awalnya sudah kami tegur secara langsung saat pengerjaan belum selesai. Tapi, tidak ditindaklanjuti. Bahkan, kami coba ingin melihat RAB juga tidak diperbolehkan,” Katanya.

Ia mengancam, jika hasil pengerjaan proyek sumur bor ini tidak diperbaiki, maka warga masyarakat Desa Tanjung Sari bersama seluruh element didalamnya bakal melakukan penolakan serah terima sumur bor tersebut.

Pihaknya juga bakal mendorong pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (PUPR) Lamsel untuk menahan proses Profesional Hand Over (PHO) proyek ini, sampai benar-benar di perbaiki.

“Kalau tidak diperbaiki, kami bersama warga kompak akan melakukan penolakan. Bahkan, kita juga akan mendorong Dinas PU untuk menahan proses PHO,” Tegasnya. (Doy)