BPNT Desa Padan Diduga Diselewengkan, Kades Tegas Mengelak

  • Whatsapp

 

PENENGAHAN – Realisasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Padan, Kecamatan Penengajan, Lampung Selatan (Lamsel) diduga terjadi penyimpangan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan penelusuran tim media, terdapat sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya mendapatkan program BPNT, namun stahun belakangan justru tak lagi mendapatkan bantuan tersebut.

Sebagai sampel secara random, lebih dari 5 KPM yang berada di Dusun 03 Desa Padan, menjadi korban penyimpangan penyaluran BPNT.

Salah seorang warga Dusun 03 yang namanya sengaja tidak dipublikasikan mengeluhkan, dirinya dan sejumlah tetangganya sudah setahun belakangan tak lagi mendapatkan penyaluran BPNT.

“Itu setelah kami dimintai KK dan KTP oleh kepala Dusun. Pada saat itu, bilangnya data kami tidak cocok nomor identitasnya, maka mau dibenerin. Tapi, setelah itu, kami tidak lagi mendapatkan BPNT,” Ujar warga yang berprofesi pekebun ini, Sabtu (16/10/2021).

Ia melanjutkan, sudah sempat ditanyakan kepada aparatur desa setempat, namun terkait persoalan tersebut tidak juga ada tindak lanjut. “Ya, selama tahun 2021 ini kita tidak mendapatkan bantuan (BPNT, red) itu lagi,” Imbuhnya.

Ditelusuri lebih jauh, tim media-baru.com juga mendapati dugaan, penyaluran BPNT di Desa Padan disinyalir prioritas terhadap keluarga aparatur desa setempat.

Secara ekonomi sosial, keluarga yang menjadi korban penyimpangan bantuan itu kondisinya sangat memprihatinkan jika dibandingkan keluarga atau kerabat aparatur desa yang saat ini terus menerima BPNT.

Padahal, sesuai pedoman umum penyaluran BPNT sudah jelas disebutkan bahwa terkait penetapan penerima bantuan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Yakni yang merupakan dasar bagi Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, yang meliputi baik hasil penetapan Data Terpadu Kesejahteraan sebelumnya maupun hasil Pendataan, Verifikasi, dan Validasi yang ditetapkan oleh Menteri Sosial.

Saat dikonfirmasi, Kades Padan, Andriansyah secara tegas menampik dugaan penyimpangan BPNT di desa setempat. Menurutnya, terkait penyaluran BPNT memang terdapat beberapa warga yang terhambat.

“Karena ada data yang bermasalah. Kami dari pemerintahan Desa Padan sudah memperbaiki data yang bermasalah dari mana sumber permasalahannya. Apa data warga tersebut tidak sesuai, atau yang lainnya. Dan kami juga terus berusaha untuk memperbaik,” Elaknya saat dikonfirmasi media ini melalui pesan whatsapp, Rabu (20/10/2021).

Andriansyah juga menegaskan, pihak Pemerintah Desa Padan terus berupaya seutuhnya membantu masyarakat, sebagai bentuk pengabdian selama mereka diberi amanah.

“Waduh bang itu dari mana sumbernya, diselewengkan bagaimana bang, sedangkan kartu penerima ditangan KPM masing-masing. Kita dari pemerintah desa padan tidak akan berani bang apa lagi itu bukan hak kami,
Kami hanya bisa membantu apa yg bisa kami abdikan kepada warga kami bang,”tutupnya.

(Tim/Doy)