“Sapi Bantuan Dijual Untuk Kepentingan Masyarakat “

  • Whatsapp

PALAS – Terkait dugaan penjualan sapi bantuan yang dilakukan Kepala Desa Bumi restu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel), Sukiman ternyata dibenarkan.

Namun, Sukiman mengklaim, penjualan sapi tersebut telah melalui musyawarah sejumlah element masyarakat setempat yang difasilitasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bumirestu.

Bacaan Lainnya

Keputusan musyawarah untuk menjual sekitar 10 ekor sapi bantuan itu didasari adanya kebutuhan anggaran untuk mengurus sengketa lahan pasar. Sebab, Dana Desa (DD) tak bisa diotak-atik untuk di ploting pada pembiayaan sidang sengketa tanah itu.

Hal itu disampaikan Kades Bumirestu, Sukiman didampingi tokoh masyarakat dan aparat desa setempat. Ia menegaskan, hasil dari penjualan sapi tidak dikantongi nya.

“Sudah melalui musyawarah BPD. Hasil musyawarah nya ya jual sapi itu, dan disetujui semua hadirin yang ikut musyawarah. Karena menurut kami dan masyarakat, hasil penjualan ini juga kembali ke desa, untuk mengurus perjalanan sidang sengketa tanah pasar. Jadi kami setuju semua, karena tidak ada anggaran lain lagi,” Terangnya, Rabu (20/10/2021).

Sukiman juga mengatakan, sebelum mengambil langkah untuk menjual sapi bantuan itu, pihak Pemerintah Desa Bumirestu juga telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Palas.

“Ya, kami sudah berkoordinasi. Namun, hanya sebatas konsultasi saja. Maka itu, kami jalankan langkah tersebut agar proses sidang sengketa tanah tidak terhambat dengan anggaran,” Imbuhnya.

Pria perawakan tinggi ini juga menyampaikan, dari hasil penjualan sapi, sebagian diberikan kepada warga yang sempat mengurus sapi-sapu ternak itu. Kemudian, sisanya dipegang oleh tim khusus guna operasional jalannya sidang sengketa tanah.

“Karna dari sebelumnya memang sudah kita bagi tim. Termasuk, adanya tim yang mengurusi anggaran dari penjualan sapi bantuan itu,” Lanjutnya.

Sukiman selalu orang nomor satu di Desa Bumirestu ini juga menyampaikan permohonan maaf, jika langkah yang diambil oleh jajarannya telah salah di presepsi masyarakat. Kembali ia tegaskan, bahwa hasilnya bukan untuk kepentingan pribadi melainkan kembali lagi untuk kepentingan masyarakat Bumirestu.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Bumirestu. Semoga, hal-hal demikian dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua agar dapat saling mengingatkan dan memberi saran ketika kita dihadapkan pada persoalan yang menyangkut kepentingan banyak orang,”harapnya. (Tim/Red)