Proyek Revitalisasi Gedung di SMAN 1 Palas Diduga Syarat Korupsi

  • Whatsapp

 

PALAS – Proyek revitalisasi sejumlah ruang kelas di SMAN 1 Palas, Lampung Selatan (Lamsel) terindikasi syarat korupsi.

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak, proyek dengan anggaran Rp.740 juta ini semestinya dikerjakan dalam kategori revitalisasi. Namun, realisasinya justru hanya dilaksanakan rehabilitasi.

Berdasarkan pantauan dilokasi, pengerjaan proyek revitalisasi untuk 3 lokal ruang kelas dan satu lokal ruang Laboratorium itu hanya pada bagian atap, kusen dan lantai. Sementara, bagian dinding hanya dipoles menggunakan cat baru.

Diketahui, proyek yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan ini dikerjakan oleh CV. Fajar Pematang dan CV. Pilar Utama sebagai konsultan pengawas.

Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi mengenai dugaan pengerjaan yang cacat prosedur tersebut, pihak rekanan tidak berada dilokasi proyek, hanya ada beberapa pekerja saja yang tengah beraktivitas.

Disisi lain, Kepala Sekolah SMAN 1 Palas, Sudiman membenarkan bahwa kegiatan pembangunan dilingkup sekolah tersebut adalah revitalisasi bukan rehabilitasi. Namun, ia berpendapat, bahwa revitalisasi adalah sejenis rehab dengan peningkatan spesifikasi material.

“Betul ini revitalisasi. Yaitu peningkatan dari atap kayu menjadi rangka baja. Kusen kayu menjadi PVC dan lantai keramik menjadi geranit,” Katanya, kepada media-baru.com, Jum’at (22/10/2021).

Dikatakan Sudiman, pihaknya sebagai pemilik dan pengelola gedung itu tidak tahu menahu terkait kegiatan pembangunan. Sebab, proyek tersebut telah dikerjakan pihak rekanan dan sekolah hanya terima kunci.

“Kalau soal komunikasi ya aktif, antara saya dengn pemborong. Tapi hanya sebatas, kalau mereka butuh air ya kita kasih air. Mereka butuh listrik ya kita kasih saluran listrik. Cuma gitu aja,” Imbuhnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan pedoman umum pemeliharaan gedung milik negara pada kategori revitalisasi semestinya dikerjakan secara menyeluruh, lalu di bangun kembali untuk kelayakan guna bangunan tersebut.

Sebagai istilah dalam bidang pelestarian arsitektur dan perencanaan kota, revitalisasi adalah upaya untuk menghidupkan kembali sebuah bangunan, distrik/kawasan kota yang telah mengalami degradasi melalui intervensi fisik dan non-fisik. (Doy)