PT Daya Radar Utama Ingkari Hak Buruh, FSB KIKES KSBSI Bandar Lampung dan LBH KIKES Lampung Turun Tangan

  • Whatsapp

Bandar Lampung — Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia ( KSBSI ) Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Kimia, Industri Umum, Farmasi dan Kesehatan ( KIKES ) Kota Bandar Lampung, melakukan unjuk rasa di depan PT. DRU (Daya Radar Utama) kota setempat, Senin (1/11/2021).

Aksi itu adalah pendampingan buntut dari 14 orang buruh yang dirumahkan dan di PHK oleh pihak perusahaan yang sampai dengan saat ini belum mendapatkan hak-haknya seperti pesangon, kekurangan upah selama dirumahkan yang belum dibayarkan serta tunggakan BPJS.

Bacaan Lainnya

“Saya perwakilan buruh PT. Daya Radar Utama, yang di PHK secara sepihak oleh perusahaan meminta bantuan dan pertolongan kepada DPC FSB KIKES KSBSI Bandar Lampung dan LBH KIKES Lampung,” ucap Herdimansyah mewakili suara karyawan lainnya.

Herdimansyah melanjutkan, awalnya pada bulan April 2020 mereka dirumahkan oleh perusahaan mendapatkan upah 50%. Akan tetapi, seterusnya dari bulan Maret 2020 hingga dikeluarkannya surat PHK di bulan Oktober 2020, mereka mengaku hanya mendapatkan upah sebesar 25% dari total upah bahkan pemberian upah tersebut tidak ada kesepakatan dengan mereka selaku para buruh.

“Dan kurang lebih dari 1 tahun semenjak kami di PHK sepihak oleh perusahaan, kami juga belum mendapatkan hak kami yaitu pesangon dan kekurangan upah yg belum dibayarkan juga masalah BPJS kami yang menunggak,” pungkas Herdimansyah.

Sementara, Ketua DPC FSB KIKES KSBSI Bandar Lampung, Anif Januardi dalam keterangannya di Sekretariat LBH & DPC KIKES Kota Bandar Lampung, yang terletak di Perumahan Griya Abdi Negara Tirtayasa.

“Kami selaku penerima kuasa dari saudara Herdimansyah dan kawan-kawan (14 orang, red.) telah melakukan perundingan bipartit dengan pihak perusahaan dan juga perundingan tripartit di Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung. Dan, telah dikeluarkannya anjuran oleh Disnaker yang memerintahkan agar perusahaan membayarkan pesangon saudara Herdimansyah dan kawan-kawan,” kata Anif Januardi.

Anif Januardi menambahkan, dirinya juga telah melayangkan surat pengaduan ke pihak Disnaker Provinsi Lampung dalam hal ini Bagian Pengawasan.

Namun dalam perjalanannya, sampai dengan saat ini pihaknya belum menerima progres dari pengaduan tersebut. Bahkan, hingga sekarang perusahaan belum juga memberikan hak-hak buruh yang seharusnya diperoleh sebagaimana diatur Undang Undang Ketenagakerjaan.

“Sehingga, kami mengadakan aksi masa di PT. Daya Radar Utama guna mendesak perusahaan agar segera membayarkan hak-hak buruh,” tutup Anif Januardi.

Senada, Ketua LBH KIKES Provinsi Lampung, Yuntoro menyampaikan, hasil dari mediasi dengan pihak perusahaan. Pada prinsipnya, perusahaan menerima tuntutan para buruh tentang pembayaran pesangon dan meminta waktu paling lambat 14 hari. Terkait besaran nominal, akan ditentukan pada pertemuan selanjutnya.

Sedangkan, Sekretaris LBH KIKES Lampung, Darmawan turut urun bicara bahwasannya perusahaan juga telah didatangi oleh Bagian Pengawasan Disnaker Provinsi Lampung, kemarin lusa. Dan tentunya, LBH KIKES Lampung akan mengupayakan semaksimal mungkin agar hak para buruh segera dibayarkan oleh perusahaan.

“Terkait permasalahan buruh PT. Daya Radar Utama, kami siap mendampingi sampai hak-hak buruh diberikan oleh perusahaan,” tegas Darmawan di penghujung. (Rls/Red)