Penyaluran BPNT Ditunda Selama Perbaikan Data KPM, Kades Padan Janji Beri Solusi

  • Whatsapp

 

PENENGAHAN – Dugaan penyimpangan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) membuat geming sejumlah pihak terkait.

Bacaan Lainnya

Diklarifikasi seluruh pihak, mereka menjamin bahwa tidak ada dugaan penyimpangan BPNT di Desa Padan. Mereka mengklaim, yakni adanya perbaikan data sehingga harus menunda realisasi BPNT kepada beberapa KPM yang datanya bermasalah.

Hal itu disampaikan Camat Penengahan, Jaelani didampingi pendamping TKSK Penengahan, Sayahdin, Kades Padan, Andriansyah dan beberapa aparatur Desa Padan di Kantor Camat setempat, Selasa (2/11/2021).

“Perbaikan data KPM tersebut, sejak adanya kebijakan dari Kemensos terkait pemadanan data KPM penerima bantuan. Jadi, KPM yang datanya tidak singkron perlu diperbaiki. Proses perbaikannya ternyata tidak secepat yang kita harapkan, melainkan sampai hitungan setahun sampai dua tahun,” Terang Camat Jaelani yang juga dibenarkan Pendamping TKSK, Sayahdin.

Jaelani melanjutkan, sementara waktu selama perbaikan data tersebut dilakukan, penyaluran BPNT kepada KPM ditunda. Kedepan, ketika data KPM sudah kembali normal dan masuk dalam daftar keluarga penerima bantuan, maka BPNT akan disalurkan kembali.

“Kalau datanya sudah kembali, maka BPNT selama itu akan disalurkan sekaligus. Misal, selama bantuan ditunda 7 bulan, begitu datanya sudah diperbaiki, BPNT nya akan disalurkan sekaligus 7 bulan itu,”jelasnya yang kembali dibenarkan pendamping TKSK.

Sementara, Kades Padan, Andriansyah berjanji akan lebih meningkatkan komunikasi kepada warganya. Agar, informasi apapun tentang pemerintahan dapat diserap dan tersosialisasikan.

“Kami menyadari, masih banyak kekurangan atas kinerja kami. Kedepan, insya Allah persoalan ini menjadi pemantik untuk meningkatkan kinerja seluruh aparatur Desa Padan. Mengenai BPNT dan bantuan lainnya, sebenarnya juga sudah kita sosialisasikan bahwa adanya perbaikan data yang sehingganya penyalurannya ditunda. Tapi, kemungkinan sosialisasi itu belum maksimal, sehingga belum dapat dipahami oleh seluruh masyarakat,”terangnya.

Andriansyah juga berjanji, pihaknya akan mencarikan solusi kepada warganya yang mengalami penundaan penyaluran BPNT.
“Yang jelas akan kami upayakan solusinya. Terlepas bentuknya seperti apa, nanti akan kita sampaikan ke warga,” Tukasnya. (Doy)