Pembangunan Rabat Beton Desa Kuala Sekampung Diduga Syarat Korupsi

  • Whatsapp

 

SRAGI – Pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) diduga menjadi syarat korupsi.

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak, pekerjaan dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD) senilai Rp. 54.419.600 ini dilakukan secara asal dan bahkan diduga mengurangi volume material.

Berdasarkan papan informasi pembangunan yang berada di lokasi pekerjaan, tertulis volume pembangunan jalan rabat beton tersebut dengan panjang 125 meter, lebar 2 meter dan ketebalan 15 centimeter.

Namun dari penelusuran tim media-baru.com, Jum’at (12/11/2021) di lokasi pembangunan, ketebalan jalan rabat beton hanya sekitar 10 centimeter. Artinya, dalam pengerjaannya dikurangi 5 centimeter.

Lebih lagi, dalam pengerjaan pengecoran, adukan material juga tidak ditakar. Yakni diaduk dalam mesin molen secara asal yang hanya mengandalkan perkiraan.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh para pekerja jalan rabat beton di lokasi saat tim media-baru.com mencoba konfirmasi terkait kejanggalan dalam pembangunan.

Saat ditanya soal ukuran ketebalan jalan yang hanya 10 centimeter, pekerja mengangguk dalam bahasa tubuh meng-iya-kan bahwa terjadi pengurangan volume material. Setelah mengangguk, ia juga mengucapkan satu kata memperkuat dugaan tim media. “Iya,” Kata salah seorang pekerja, saat tim media mencoba meyakinkan dugaan tersebut dengan mengukur ulang ketebalan jalan rabat beton.

Lalu, saat dikonfirmasi mengenai takaran adukan, pekerja juga mengamini bahwa adukan dalam pekerjaan jalan rabat beton itu tidak dengan takaran sesuai pedoman umum Pekerjaan Umum (PU). “Iya,” Ucapnya lagi, saat tim media menanyakan jika adukan tidak ditakar.

Secara terpisah, Kepala Desa Sekampung, Budi Warkoyo mengelak saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan pengurangan volume material dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan rabat beton itu.

Ia mengklaim, pelaksanaan pembangunan sudah sesuai ketentuan. Bahkan, terkait takaran adukan juga sudah melalui uji laboratorium standar K225.

“Betul ketebalan 15 cm. Kerataan tanah yang gak sama dan tebal gak rata dengan talut yang ada. Tapi cor juga diatasnya talut tersebut. Terkait takaran, itu sudah di ukur melalui uji lab. Standar K225 dan kualitas Elaknya, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp Minggu (14/11/2021).

“Pertama ngaduk di ukur pake bak. Ukuran 1,2,3. Semen satu pasir dua batu tiga,” Tambahnya.

Terpisah, Ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK) setempat, Samirin seperti kompak mengelak. Ia mengaku pekerjaan pembangunan rabat beton sudah sesuai ketentuan.

“Ketebalan 0,15 m, Sebelah pakai papan Gisting T 15 cm. Sebelah media TPT, pengecoran diatas TPT, dan kami tidak mengecor di atas kaca, sehingga media lantai tidaklah sama. Adukan pakai 1,2,3. Semen 1 bak, Pasir 2 bak, Batu 3 bak. Aplikasi 1 sak semen dalam bak 2,5 bak. Aplikasi pasir dalam 1 bak 3 skop,”kilahnya juga.

(Tim/Doy/Red)