Rabat Beton Kuala Sekampung Diduga Syarat Korup, Camat Terkesan “Malas” Gerak

  • Whatsapp

 

SRAGI – Pemerintah Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) sepertinya enggan bekerja secara proaktif dalam mengawal realisasi anggaran Dana Desa (DD). Utamanya dalam plotingan pembangunan fisik di tiap desa di kecamatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Terbukti, kendati ada temuan dugaan syarat korupsi dalam pembangunan rabat beton di Dusun Sukarandek, Desa Kualan Sekampung, namun pihak kecamatan justru terkesan pasif.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan rabat beton di Desa Kuala Sekampung dengan anggaran senilai Rp. 54.419.600, dilakukan secara asal dan diduga mengurangi volume material.

Berdasarkan papan informasi pembangunan yang berada di lokasi pekerjaan, tertulis volume pembangunan jalan rabat beton tersebut dengan panjang 125 meter, lebar 2 meter dan ketebalan 15 centimeter.

Namun dari penelusuran tim media-baru.com dilokasi, ketebalan jalan rabat beton hanya sekitar 10 centimeter. Artinya, dalam pengerjaannya dikurangi 5 centimeter.

Lebih lagi, dalam pengerjaan pengecoran, adukan material juga tidak ditakar. Yakni diaduk dalam mesin molen secara asal yang hanya mengandalkan perkiraan.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan temuan tersebut, Camat Sragi, Jahri seperti tak bergeming. Bahkan, tak memiliki upaya seperti halnya yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomr 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Bahwa, pihak pemerintah Kecamatan memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan dana desa.

“Saya sudah konfirmasi ke Kades dan pendamping desa, katanya pekerjaan itu sudah sesuai petunjuk tekhnis,” Ujarnya kepada wartawan, seolah enggan bahkan malas untuk berupaya cross check dan meninjau pekerjaan tersebut, Rabu (17/11/2021).

(Tim/Doy)