Efek Pandemi, Baccoffe Sukses Ramaikan Tembakau Lintingan

  • Whatsapp

KALIANDA – Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang semakin kreatif memutar otak membuka usaha, seperti Leonardo Nugroho (40) pemilik Baccoffee yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Sejak tahun 2020 persis setahun kemarin, Leo sapaan akrabnya memberanikan membuka usaha Baccofee yang merupakan akronim dari tembakau dan kopi alias tobacco and coffee.

Bacaan Lainnya

Ditemui ditempat usahanya, Leo bercerita soal jatuh bangun merintis usaha berbasis tembakau tingwe (ngelinting dewe dalam bahasa jawa).

“Alhamdulillah udah setahun merintis usaha ini,” sebut Leo mengawali pembicaraan, Kamis sore (25/11/2021).

Cukup lucu, karena saat awal pandemi melanda secara tak sengaja memunculkan ide membuka usaha tembakau lintingan.

Berbagai varian tembakau seperti aroma kopi espresso, jamaica, black coffee, apple, royal bourbon, whisky choice, hingga strawberry milky didatangkan langsung dari Temanggung, Jawa Tengah.

Tembakau itu, jelas legal karena ada pita cukai di setiap kemasan yang terpampang rapi di rak etalase.

“Berawal dari kemiskinan, akibat jualan nasi goreng harus gulung tikar. Nah, pas video call dengan kawan kelihatan saya lagi ngerokok lintingan, dari situlah muncul ide jualan ini,” kelakar Leo sembari tersenyum.

Bermodal awal jual jam tangan kesayangan seharga Rp 500 ribu, kini usahanya cukup menjanjikan dengan omset harian bisa mencapai Rp 1,5 juta.

Namun, tantangan usaha yang tidak fair yakni bermunculannya rokok-rokok ilegal membuat Leo harus rela kehilangan omset ditengah ketidak pastian ekonomi paska pandemi.

“Tapi sekarang mulai turun omset. Sebabnya, mulai marak peredaran rokok ilegal bang,” keluh Leo.

Padahal, usaha yang jualan tembakau milik Leo telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain menjadi reseller atau menjual kembali ke para pecinta rokok lintingan.

Belum lagi, pesanan via online mampu merambah hingga lintas daerah bahkan antar provinsi diantaranya ke Kabupaten Lampung Tengah bahkan Palembang, Sumatera Selatan.

“Teman-teman disini juga ada yang jadi reseller di Sidomulyo, Jondong dan desa sekitar sini,” imbuh Leo sembari mengakhiri percakapan. (han)